Hipnosis Hipnoterapi

Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?

Banyak yang bertanya, Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?. Hipnosis dan Hipnoterapi sering kali disalahartikan sebagai tidur, yang benar adalah sebuah keadaan mental yang terfokus, di mana perhatian dan kesadaran seseorang tertuju pada suatu hal tertentu. Saat dalam hipnosis, seseorang menjadi lebih terbuka terhadap sugesti dan memiliki akses yang lebih mudah ke alam bawah sadar mereka. Mitos dan Fakta Tentang Hipnosis Ada beberapa hal yang keliru tentang pemahaman seseorang terkait Hipnosis dan Hipnoterapi, diantaranya : Hipnosis dalam Kehidupan Sehari-hari Hipnosis dapat digunakan dalam berbagai situasi untuk membantu setiap seseorang mencapai tujuan mereka, misalnya : Bagaimana Hipnosis Bekerja? Hipnosis umumnya dilakukan dengan memandu seseorang ke dalam keadaan relaksasi yang mendalam. Ini dapat dicapai melalui berbagai teknik, seperti visualisasi, pernapasan dalam, atau pengulangan kata-kata yang menenangkan. Saat seseorang dalam keadaan relaksasi yang mendalam, mereka menjadi lebih terbuka terhadap sugesti yang diberikan oleh hipnotis. Sugesti-sugesti tersebut dirancang untuk membantu individu mencapai tujuan tertentu, seperti mengatasi kecemasan atau menghentikan kebiasaan merokok. Definisi Hipnosis Hipnoterapi dari Beberapa Ahli Hipnosis seringkali diselimuti kesalahpahaman. Sayangnya, internet adalah sumber informasi yang tidak selalu bisa diandalkan, dan banyak situs web yang berisi informasi menyesatkan. Pertama, kita akan melihat definisi asli yang diberikan oleh James Braid, dokter dan ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan hipnosis pada tahun 1841 dan merintis hipnoterapi. Selanjutnya, kita akan membahas definisi resmi ‘hipnosis’ yang diberikan oleh Book of Statutes dan British Medical Association. James Braid Berlawanan dengan kesalahpahaman yang sering terjadi, hipnosis dan Mesmerisme bukanlah hal yang sama. dr. Franz Mesmer tidak pernah menghipnotis siapa pun, dan teori supernaturalnya tentang magnetisme hewan tidak ada hubungannya dengan teori psikologis yang mendasari hipnosis. Setelah mengamati demonstrasi Mesmerisme yang terkenal, James Braid menyimpulkan bahwa meskipun Mesmer menghasilkan respons fisiologis yang nyata pada subjeknya, hal itu bukan disebabkan oleh kekuatan supernatural atau magnetis, seperti yang diklaim, melainkan hasil dari proses psikologis dan fisiologis biasa seperti relaksasi, fokus perhatian, dan sugesti. By the term “Neuro-Hypnotism,” then, is to be understood “nervous sleep,” […] a peculiar state of the nervous system, induced by a fixed and abstracted attention of the mental and visual eye, on one object, not of an exciting nature. [Braid, Neurypnology, 1843] Untuk membedakan penjelasannya yang lebih masuk akal dengan Mesmerisme, Braid menciptakan istilah ‘Neuro-Hypnotism’ (artinya tidur parsial atau penghambatan sistem saraf) yang kemudian dia singkat menjadi ‘Hypnotism’. Braid kemudian merevisi idenya bahwa hipnosis adalah kondisi neurologis tertentu dan menggantinya dengan teori bahwa hipnosis adalah ‘monoideasi’, yaitu pemusatan kesadaran pada satu ide atau objek tunggal. The real origin and essence of the hypnotic condition is the induction of a habit of abstraction or mental concentration, in which, as in reverie or spontaneous abstraction, the powers of the mind are so much engrossed with a single idea or train of thought, as, for the nonce, to render the individual unconscious of, or indifferently conscious to, all other ideas, impressions, or trains of thought. [Braid, 1852: 53-54] Hipnosis adalah saat pikiran seseorang sangat fokus pada satu hal sampai-sampai dia hampir lupa dengan hal-hal lain di sekitarnya. Ini seperti saat kita sedang melamun, pikiran kita terpaku pada satu hal dan kita tidak terlalu sadar tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Contohnya, saat seseorang sedang dalam keadaan hipnosis, mereka  hanya memikirkan hal yang sedang dibicarakan oleh orang yang menghipnosisnya, dan mereka tidak terlalu sadar tentang suara-suara atau perasaan di sekitarnya. Ini bisa terjadi karena mereka sudah terlatih atau terbiasa untuk fokus secara mendalam pada satu hal. Meskipun mereka  tidak sepenuhnya kehilangan kesadaran, fokus yang kuat membuat mereka kurang memperhatikan hal-hal lain yang  terjadi di sekitar mereka. Milton H Erickson Erickson is probably the most influential hypnotherapist of the 20th century and the originator of a novel and distinctive style of hypnotism, referred to as “Ericksonian.”The hypnotic trance may be defined, for purposes of conceptualisation, as a state of increased awareness and responsiveness to ideas. [Collected Papers, vol. IV, 174]Suggestibility is, of course, a primary feature of hypnosis, and is necessarily present. [The Wisdom of Milton Erickson, vol. I, 19]It [hypnosis] is a state of consciousness –not unconsciousness or sleep– a state of consciousness or awareness in which there is a marked receptiveness to ideas and understandings and an increased willingness to respond either positively or negatively to those ideas. [Collected Papers, vol. IV, 224] Milton Erickson adalah seorang hipnoterapis terkemuka di abad ke-20 yang dikenal karena menciptakan gaya hipnosis baru yang disebut “Ericksonian Hypnosis.” Erickson memandang hipnosis secara berbeda dari pandangan sebelumnya yang lebih menekankan pada sugesti atau tidur. Baginya, hipnosis adalah tentang peningkatan kesadaran dan responsivitas terhadap ide-ide, bukan tentang membuat seseorang tidur atau mengikuti perintah. Dia mendefinisikan trance hipnosis sebagai keadaan di mana seseorang menjadi lebih sadar dan responsif terhadap gagasan-gagasan yang disampaikan. Ini berarti bahwa seseorang dalam keadaan hipnosis tetap sadar, tetapi lebih terbuka dan sensitif terhadap ide-ide yang diajukan oleh hipnoterapis. Meskipun Erickson menekankan peningkatan kesadaran ini, dia juga menyadari bahwa sugestibilitas tetap menjadi fitur penting dalam hipnosis. Ini berarti bahwa orang yang dihipnosis masih mampu menerima ide-ide dan saran-saran yang disampaikan oleh hipnoterapis. Secara keseluruhan, Erickson mendefinisikan hipnosis sebagai keadaan kesadaran di mana seseorang menjadi lebih terbuka terhadap ide-ide dan pemahaman, serta lebih siap untuk merespons secara positif atau negatif terhadap ide-ide tersebut. Ini bukanlah keadaan tidur atau tidak sadar, tetapi lebih merupakan peningkatan kepekaan terhadap sugesti-sugesti yang diberikan. The British Medical Association (BMA) A temporary condition of altered attention in the subject which may be induced by another person and in which a variety of phenomena may appear spontaneously or in response to verbal or other stimuli. These phenomena include alterations in consciousness and memory, increased susceptibility to suggestion, and the production in the subject of responses and ideas unfamiliar to him in his usual state of mind. Further, phenomena such as anaesthesia, paralysis and rigidity of muscles, and vasomotor changes can be produced and removed in the hypnotic state. [BMA, ‘Medical use of Hypnotism’, 1955] Definisi Hipnosis oleh British Medical Association (BMA) berfokus pada perubahan psikologis dan fisiologis yang terukur selama hipnosis. Mereka menekankan bahwa hipnosis bukanlah tidur buatan, tetapi lebih merupakan

Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ? Read More »