Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?

Banyak yang bertanya, Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?. Hipnosis dan Hipnoterapi sering kali disalahartikan sebagai tidur, yang benar adalah sebuah keadaan mental yang terfokus, di mana perhatian dan kesadaran seseorang tertuju pada suatu hal tertentu. Saat dalam hipnosis, seseorang menjadi lebih terbuka terhadap sugesti dan memiliki akses yang lebih mudah ke alam bawah sadar mereka.

Mitos dan Fakta Tentang Hipnosis

Ada beberapa hal yang keliru tentang pemahaman seseorang terkait Hipnosis dan Hipnoterapi, diantaranya :

  • Hipnosis dan Hipnoterapi bukan kontrol pikiran: Praktisi hipnosis tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran atau tindakan seseorang.
  • Hipnosis dan Hipnoterapi aman: Ketika dilakukan oleh praktisi terlatih, hipnosis umumnya dianggap sebagai metode yang aman.
  • Hipnosis dan Hipnoterapi bukan sihir: Hipnosis adalah teknik yang dapat dijelaskan secara ilmiah, bukan keajaiban atau sihir.
Hipnosis dalam Kehidupan Sehari-hari

Hipnosis dapat digunakan dalam berbagai situasi untuk membantu setiap seseorang mencapai tujuan mereka, misalnya :

  • Mengatasi kecemasan dan fobia: Dengan mengubah pola pikir dan perilaku yang terkait dengan rasa takut, hipnosis dapat membantu seseorang meredakan kecemasan dan fobia.
  • Meningkatkan motivasi dan performa: Hipnosis dapat digunakan untuk meningkatkan fokus, konsentrasi, dan motivasi seseorang untuk mencapai tujuan mereka.
  • Mengatasi rasa sakit: Dengan mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan meningkatkan relaksasi, hipnosis dapat membantu meredakan rasa sakit kronis.
  • Berhenti merokok dan kebiasaan lainnya: Dengan mengubah pola pikir dan perilaku yang mendasari kebiasaan yang tidak diinginkan, hipnosis dapat membantu seseorang melepaskan diri dari kebiasaan merokok dan lainnya.
Bagaimana Hipnosis Bekerja?

Hipnosis umumnya dilakukan dengan memandu seseorang ke dalam keadaan relaksasi yang mendalam. Ini dapat dicapai melalui berbagai teknik, seperti visualisasi, pernapasan dalam, atau pengulangan kata-kata yang menenangkan. Saat seseorang dalam keadaan relaksasi yang mendalam, mereka menjadi lebih terbuka terhadap sugesti yang diberikan oleh hipnotis. Sugesti-sugesti tersebut dirancang untuk membantu individu mencapai tujuan tertentu, seperti mengatasi kecemasan atau menghentikan kebiasaan merokok.

Definisi Hipnosis Hipnoterapi dari Beberapa Ahli

Hipnosis seringkali diselimuti kesalahpahaman. Sayangnya, internet adalah sumber informasi yang tidak selalu bisa diandalkan, dan banyak situs web yang berisi informasi menyesatkan.

Pertama, kita akan melihat definisi asli yang diberikan oleh James Braid, dokter dan ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan hipnosis pada tahun 1841 dan merintis hipnoterapi. Selanjutnya, kita akan membahas definisi resmi ‘hipnosis’ yang diberikan oleh Book of Statutes dan British Medical Association.

James Braid

Berlawanan dengan kesalahpahaman yang sering terjadi, hipnosis dan Mesmerisme bukanlah hal yang sama. dr. Franz Mesmer tidak pernah menghipnotis siapa pun, dan teori supernaturalnya tentang magnetisme hewan tidak ada hubungannya dengan teori psikologis yang mendasari hipnosis.

Setelah mengamati demonstrasi Mesmerisme yang terkenal, James Braid menyimpulkan bahwa meskipun Mesmer menghasilkan respons fisiologis yang nyata pada subjeknya, hal itu bukan disebabkan oleh kekuatan supernatural atau magnetis, seperti yang diklaim, melainkan hasil dari proses psikologis dan fisiologis biasa seperti relaksasi, fokus perhatian, dan sugesti.

By the term “Neuro-Hypnotism,” then, is to be understood “nervous sleep,” […] a peculiar state of the nervous system, induced by a fixed and abstracted attention of the mental and visual eye, on one object, not of an exciting nature. [Braid, Neurypnology, 1843]

Untuk membedakan penjelasannya yang lebih masuk akal dengan Mesmerisme, Braid menciptakan istilah ‘Neuro-Hypnotism’ (artinya tidur parsial atau penghambatan sistem saraf) yang kemudian dia singkat menjadi ‘Hypnotism’.

Braid kemudian merevisi idenya bahwa hipnosis adalah kondisi neurologis tertentu dan menggantinya dengan teori bahwa hipnosis adalah ‘monoideasi’, yaitu pemusatan kesadaran pada satu ide atau objek tunggal.

The real origin and essence of the hypnotic condition is the induction of a habit of abstraction or mental concentration, in which, as in reverie or spontaneous abstraction, the powers of the mind are so much engrossed with a single idea or train of thought, as, for the nonce, to render the individual unconscious of, or indifferently conscious to, all other ideas, impressions, or trains of thought. [Braid, 1852: 53-54]

Hipnosis adalah saat pikiran seseorang sangat fokus pada satu hal sampai-sampai dia hampir lupa dengan hal-hal lain di sekitarnya. Ini seperti saat kita sedang melamun, pikiran kita terpaku pada satu hal dan kita tidak terlalu sadar tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Contohnya, saat seseorang sedang dalam keadaan hipnosis, mereka  hanya memikirkan hal yang sedang dibicarakan oleh orang yang menghipnosisnya, dan mereka tidak terlalu sadar tentang suara-suara atau perasaan di sekitarnya. Ini bisa terjadi karena mereka sudah terlatih atau terbiasa untuk fokus secara mendalam pada satu hal. Meskipun mereka  tidak sepenuhnya kehilangan kesadaran, fokus yang kuat membuat mereka kurang memperhatikan hal-hal lain yang  terjadi di sekitar mereka.

Milton H Erickson

Erickson is probably the most influential hypnotherapist of the 20th century and the originator of a novel and distinctive style of hypnotism, referred to as “Ericksonian.”The hypnotic trance may be defined, for purposes of conceptualisation, as a state of increased awareness and responsiveness to ideas. [Collected Papers, vol. IV, 174]Suggestibility is, of course, a primary feature of hypnosis, and is necessarily present. [The Wisdom of Milton Erickson, vol. I, 19]It [hypnosis] is a state of consciousness –not unconsciousness or sleep– a state of consciousness or awareness in which there is a marked receptiveness to ideas and understandings and an increased willingness to respond either positively or negatively to those ideas. [Collected Papers, vol. IV, 224]

Milton Erickson adalah seorang hipnoterapis terkemuka di abad ke-20 yang dikenal karena menciptakan gaya hipnosis baru yang disebut “Ericksonian Hypnosis.” Erickson memandang hipnosis secara berbeda dari pandangan sebelumnya yang lebih menekankan pada sugesti atau tidur. Baginya, hipnosis adalah tentang peningkatan kesadaran dan responsivitas terhadap ide-ide, bukan tentang membuat seseorang tidur atau mengikuti perintah.

Dia mendefinisikan trance hipnosis sebagai keadaan di mana seseorang menjadi lebih sadar dan responsif terhadap gagasan-gagasan yang disampaikan. Ini berarti bahwa seseorang dalam keadaan hipnosis tetap sadar, tetapi lebih terbuka dan sensitif terhadap ide-ide yang diajukan oleh hipnoterapis. Meskipun Erickson menekankan peningkatan kesadaran ini, dia juga menyadari bahwa sugestibilitas tetap menjadi fitur penting dalam hipnosis. Ini berarti bahwa orang yang dihipnosis masih mampu menerima ide-ide dan saran-saran yang disampaikan oleh hipnoterapis.

Secara keseluruhan, Erickson mendefinisikan hipnosis sebagai keadaan kesadaran di mana seseorang menjadi lebih terbuka terhadap ide-ide dan pemahaman, serta lebih siap untuk merespons secara positif atau negatif terhadap ide-ide tersebut. Ini bukanlah keadaan tidur atau tidak sadar, tetapi lebih merupakan peningkatan kepekaan terhadap sugesti-sugesti yang diberikan.

The British Medical Association (BMA)

A temporary condition of altered attention in the subject which may be induced by another person and in which a variety of phenomena may appear spontaneously or in response to verbal or other stimuli. These phenomena include alterations in consciousness and memory, increased susceptibility to suggestion, and the production in the subject of responses and ideas unfamiliar to him in his usual state of mind. Further, phenomena such as anaesthesia, paralysis and rigidity of muscles, and vasomotor changes can be produced and removed in the hypnotic state. [BMA, ‘Medical use of Hypnotism’, 1955]

Definisi Hipnosis oleh British Medical Association (BMA) berfokus pada perubahan psikologis dan fisiologis yang terukur selama hipnosis. Mereka menekankan bahwa hipnosis bukanlah tidur buatan, tetapi lebih merupakan perubahan perhatian yang dapat diinduksi oleh orang lain. Selama hipnosis, subjek bisa mengalami berbagai fenomena, seperti perubahan kesadaran dan ingatan, peningkatan kerentanan terhadap sugesti, dan munculnya respons dan ide yang tidak biasa dalam keadaan pikiran normal. Selain itu, kondisi ini juga dapat memunculkan fenomena fisik seperti anestesi (hilangnya rasa sakit), kelumpuhan, kekakuan otot, dan perubahan aliran darah. Ini menunjukkan bahwa hipnosis dapat memiliki dampak yang nyata pada tubuh dan pikiran seseorang, yang bisa diamati dan diukur oleh praktisi medis.

Dave Elman

Hypnosis is a state of mind in which the critical faculty of the human is bypassed, and selective thinking established. [Dave Elman, Hypnotherapy, 1964: 26]

Dave Elman adalah seorang tokoh terkenal dalam dunia hipnoterapi karena teknik-tekniknya yang efektif dan populer di kalangan para praktisi. Salah satu kontribusinya yang terkenal adalah pengembangan teknik induksi cepat dan pendekatan hipno-analitik dalam terapi.

Definisi hipnosis menurut Elman mencerminkan pendekatannya yang unik. Baginya, hipnosis adalah keadaan di mana filter kritis manusia dilewati, dan pemikiran selektif terbentuk. Ini berarti bahwa dalam keadaan hipnosis, filter kritis yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi dan menyaring informasi menjadi tidak aktif. Sebagai akibatnya, seseorang menjadi lebih terbuka terhadap sugesti dan pengaruh dari luar, serta lebih rentan terhadap penanaman pemikiran atau pengalaman tertentu dengan lebih mendalam.

The American Psychological Association (APA)

Ini adalah definisi ilmiah dari ilmu Hipnosis yang dipublikasikan oleh Devisi 30 APA Dalam Psikologikal Hipnosis.

Hypnosis typically involves an introduction to the procedure during which the subject is told that suggestions for imaginative experiences will be presented. The hypnotic induction is an extended initial suggestion for using one’s imagination, and may contain further elaborations of the introduction. A hypnotic procedure is used to encourage and evaluate responses to suggestions. When using hypnosis, one person (the subject) is guided by another (the hypnotist) to respond to suggestions for changes in subjective experience, alterations in perception, sensation, emotion, thought or behavior. Persons can also learn self-hypnosis, which is the act of administering hypnotic procedures on one’s own. If the subject responds to hypnotic suggestions, it is generally inferred that hypnosis has been induced. Many believe that hypnotic responses and experiences are characteristic of a hypnotic state. While some think that it is not necessary to use the word “hypnosis” as part of the hypnotic induction, others view it as essential.

Proses hipnosis dimulai dengan pengenalan kepada subjek tentang prosedur yang akan dilakukan, diikuti dengan induksi hipnosis yang panjang dan detail, serta prosedur yang digunakan untuk mendorong dan mengevaluasi respons terhadap sugesti. Dalam konteks hubungan subjek-hipnotis, seseorang dipandu oleh orang lain untuk merespons sugesti yang bertujuan untuk mengubah pengalaman subjektif, persepsi, sensasi, emosi, pikiran, atau perilaku. Selain itu, iseseorang juga dapat mempelajari self-hypnosis, yaitu melakukan prosedur hipnosis pada diri sendiri.

Ada indikator yang menunjukkan keberhasilan hipnosis, seperti respons terhadap sugesti dan pengalaman yang dialami selama proses tersebut. Namun, ada perdebatan tentang penggunaan kata “hipnosis” selama induksi, dengan beberapa ahli menganggapnya tidak penting sementara yang lain merasa itu penting.

Details of hypnotic procedures and suggestions will differ depending on the goals of the practitioner and the purposes of the clinical or research endeavor. Procedures traditionally involve suggestions to relax, though relaxation is not necessary for hypnosis and a wide variety of suggestions can be used including those to become more alert. Suggestions that permit the extent of hypnosis to be assessed by comparing responses to standardized scales can be used in both clinical and research settings. While the majority of individuals are responsive to at least some suggestions, scores on standardized scales range from high to negligible. Traditionally, scores are grouped into low, medium, and high categories. As is the case with other positively-scaled measures of psychological constructs such as attention and awareness, the salience of evidence for having achieved hypnosis increases with the individual’s score.

Prosedur dan sugesti dalam hipnosis dapat sangat bervariasi tergantung pada tujuan praktisi dan konteks penggunaannya, apakah itu dalam pengaturan klinis untuk pengobatan atau dalam konteks penelitian ilmiah. Contoh prosedur hipnosis mencakup penggunaan sugesti untuk relaksasi, meskipun relaksasi bukanlah syarat mutlak untuk hipnosis. Selain itu, berbagai sugesti lain dapat digunakan, termasuk sugesti untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dalam praktik klinis dan penelitian, seringkali digunakan sugesti yang memungkinkan pengukuran tingkat hipnosis melalui skala terstandar. Respon subjek terhadap sugesti dapat bervariasi, tetapi kebanyakan orang dapat merespons setidaknya beberapa sugesti hipnosis. Skor pada skala terstandar dapat berkisar dari rendah hingga tidak ada respon sama sekali, dan biasanya dikelompokkan menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi.

Coach Risman Aris, BCH, CSHt, CI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top