Skizofrenia adalah gangguan mental yang kompleks dan sering kali membutuhkan perawatan medis yang intensif. Meskipun hipnoterapi telah terbukti efektif untuk berbagai masalah psikologis, penggunaannya dalam menangani skizofrenia masih sangat terbatas. Artikel ini akan membahas alasan mengapa hipnoterapi belum dapat digunakan sebagai terapi utama untuk skizofrenia serta kapan dan bagaimana terapi ini dapat bermanfaat bagi pasien yang telah mendapatkan perawatan medis.
1. Gangguan Neurologis yang Kompleks
Skizofrenia bukan hanya gangguan psikologis tetapi juga melibatkan perubahan struktural di otak. Penelitian menunjukkan bahwa penderita skizofrenia mengalami kehilangan jaringan otak, khususnya materi abu-abu dan materi putih yang berperan dalam komunikasi antar-neuron.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Psychiatry menemukan bahwa pasien skizofrenia mengalami penurunan jaringan otak yang signifikan setelah mengalami episode psikosis yang berkepanjangan. Oleh karena itu, terapi yang efektif harus berfokus pada stabilisasi fungsi otak terlebih dahulu sebelum intervensi psikologis lainnya dilakukan.
2. Berhubungan dengan Disfungsi Sinapsis dan Peradangan Otak
Penderita skizofrenia mengalami penurunan jumlah sinapsis dan cabang neuron, yang menyebabkan gangguan komunikasi dalam otak. Selain itu, peradangan otak juga diduga berkontribusi terhadap perkembangan skizofrenia.
Studi dari Yale University menunjukkan bahwa gangguan ini berkaitan dengan perubahan struktural otak yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan sugesti atau kondisi trance dalam hipnoterapi. Oleh karena itu, hipnoterapi tidak dapat mengatasi penyebab utama skizofrenia.

3. Pengobatannya Membutuhkan Farmakologis Terlebih Dahulu
Pengobatan utama skizofrenia saat ini adalah obat antipsikotik yang bertujuan untuk mengontrol gejala utama seperti halusinasi dan delusi. Sayangnya, hanya sekitar 50% pasien yang patuh dalam menjalani pengobatan, yang menyebabkan risiko kekambuhan tinggi.
Hipnoterapi hanya dapat dilakukan pada pasien skizofrenia yang telah mendapatkan perawatan medis yang tepat dari psikiater dan kondisinya sudah cukup stabil untuk menerima terapi tambahan.
4. Risiko Memicu Gejala Psikotik Jika Hipnoterapi Dilakukan Terlalu Dini
Penderita gangguan ini sering mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan halusinasi. Dalam kondisi hipnosis, di mana kesadaran berubah dan imajinasi lebih aktif, ada risiko bahwa terapi ini justru memperburuk delusi atau halusinasi yang dialami pasien.
Studi dalam NeuroImage: Clinical menunjukkan bahwa perkembangan abnormal materi putih di otak penderita ganggua ini berkaitan dengan gangguan fungsi kognitif seperti memori dan kemampuan berpikir logis. Oleh karena itu, hipnoterapi yang dilakukan tanpa pengawasan medis dapat memperburuk kondisi pasien.
Kapan Hipnoterapi Bisa Digunakan ?
Meskipun hipnoterapi bukan terapi utama untuk skizofrenia, terapi ini dapat digunakan sebagai metode pendukung jika pasien sudah dalam kondisi stabil berdasarkan evaluasi psikiater. Manfaat hipnoterapi bagi pasien ini diantaranya :
- Mengurangi kecemasan dan stres yang dialami pasien.
- Membantu mengembangkan keterampilan koping untuk menghadapi tekanan sehari-hari.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan melalui sugesti positif.
Hipnoterapi belum bisa menjadi metode utama dalam menangani gangguan ini, karena penyakit ini melibatkan gangguan neurologis yang kompleks, peradangan otak, serta membutuhkan stabilisasi farmakologis sebelum intervensi psikologis dapat dilakukan. Oleh karena itu, pasien skizofrenia harus menjalani perawatan medis terlebih dahulu dan hanya boleh menjalani hipnoterapi setelah mendapatkan persetujuan dari psikiater.
Coach Risman Aris, BCH, CSHt, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi ke-2 Milton H. Erickson
Referensi:
- Brown, J. (2017). This is Your Brain on Schizophrenia: How the Illness Manifests and What Researchers Are Doing to Help. Retrieved from www.jnj.com
- American Journal of Psychiatry: Studi tentang Penyusutan Jaringan Otak pada Pasien Skizofrenia.
- NeuroImage: Clinical: Studi tentang Hubungan Perkembangan Materi Putih dengan Gejala Kognitif pada Skizofrenia.