Sejarah NLP & Milton H. Erickson (3/4)

Bandler dan Grinder juga bertemu dengan Milton H. Erickson, seorang psikiater dan hipnoterapis terkenal yang menggunakan teknik hipnotis dan terapi kata-kata untuk membantu pasien mengatasi masalah psikologis dan fisik. Bandler dan Grinder tertarik dengan keahlian Erickson dalam mempengaruhi pikiran dan perilaku pasien dan memutuskan untuk memodelkan teknik-tekniknya.

Mereka menemukan bahwa Erickson menggunakan bahasa yang sangat ambigu dan abstrak untuk membantu pasien mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka. Erickson juga menggunakan teknik-teknik hipnotis yang tidak lazim, seperti induksi hipnotis yang tak terduga dan penggunaan metode “terapi kejutan”/”Shocking Induction“, yang mengguncang pasien dari pola pikir yang negatif dan membantu mereka melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

Bandler dan Grinder mengamati bahwa Erickson tidak hanya memahami cara kerja pikiran dan perilaku manusia dengan baik, tetapi juga mampu mengambil teknik yang paling efektif dari berbagai pendekatan terapi dan mengintegrasikannya menjadi sebuah metode yang lebih holistik. Hasilnya, Bandler dan Grinder mengembangkan model Milton yang memasukkan banyak teknik dan konsep dari pendekatan Erickson ke dalam NLP.

Model Milton telah terbukti sangat efektif dalam membantu pasien mengatasi berbagai masalah psikologis dan fisik, termasuk kecemasan, depresi, trauma, dan masalah hubungan. Metode ini juga menjadi populer di kalangan praktisi NLP dan hipnoterapis, dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Kegunaan Milton Model

Manfaat dari penggunaan Milton Model adalah:

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi: Dengan menggunakan teknik dan pola bahasa yang diajarkan dalam Milton Model, seseorang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dan mempengaruhi orang lain dengan lebih efektif.
  • Meningkatkan efektivitas terapi: Milton Model digunakan secara luas dalam terapi hypnosis dan terapi lainnya karena dapat membantu terapis untuk mengubah persepsi klien dan mencapai hasil yang diinginkan.
  • Meningkatkan persuasif: Milton Model sering digunakan dalam pemasaran dan penjualan karena teknik-tekniknya dapat membantu seseorang menjadi lebih persuasif dalam mempengaruhi orang lain.
  • Mengurangi konflik: Dalam situasi yang penuh dengan konflik atau ketegangan, penggunaan teknik dan pola bahasa yang diajarkan dalam Milton Model dapat membantu mengurangi konflik dan meningkatkan pemahaman di antara para pihak yang terlibat.

10 Jenis Pola Bahasa Milton Model

Berikut adalah 10 jenis Milton Model:

  1. Ambiguity: Penggunaan kalimat yang dapat ditafsirkan dengan lebih dari satu cara untuk memperluas pemikiran dan pemahaman seseorang. Contoh: “Anda mungkin terkejut betapa mudahnya itu.”
  2. Cause and Effect: Mengaitkan suatu tindakan dengan akibat yang dihasilkannya untuk mempengaruhi pemikiran seseorang. Contoh: “Jika Anda belajar NLP dengan serius, Anda akan mencapai kesuksesan yang lebih besar.”
  3. Analogy: Menggunakan perumpamaan untuk memperjelas dan memperkuat pesan. Contoh: “Belajar NLP seperti mempelajari bahasa baru, semakin sering Anda melatihnya, semakin mahir Anda dalam menggunakannya.”
  4. Metaphor: Menggunakan kiasan untuk membantu seseorang memahami pesan yang disampaikan. Contoh: “Belajar NLP seperti membuka pintu ke dunia baru, membuka peluang yang sebelumnya tidak Anda ketahui.”
  5. Modal Operator: Menggunakan kata-kata seperti “harus”, “wajib”, dan “perlu” untuk mempengaruhi pemikiran dan tindakan seseorang. Contoh: “Anda perlu mempelajari NLP jika ingin mencapai kesuksesan dalam karir Anda.”
  6. Universal Quantifier: Menggunakan kata-kata seperti “semua”, “selalu”, dan “tiada henti” untuk memperkuat pesan. Contoh: “Semua orang bisa belajar NLP dengan mudah dan cepat.”
  7. Presupposition: Menggunakan asumsi yang tidak diekspresikan secara eksplisit untuk mempengaruhi pemikiran seseorang. Contoh: “Saat Anda memulai pelatihan NLP, Anda akan belajar banyak hal baru yang akan membantu Anda mencapai tujuan Anda.”
  8. Double Bind: Memberikan dua pilihan yang seolah-olah saling bertentangan untuk memperluas pilihan dan pemikiran seseorang. Contoh: “Apakah Anda ingin mempelajari NLP dengan cepat atau lambat?”
  9. Tag Question: Menggunakan pertanyaan kecil di akhir kalimat untuk memperkuat pesan dan mengajak seseorang untuk berpikir. Contoh: “Anda setuju, bukan, bahwa belajar NLP dapat memberikan manfaat besar untuk Anda?”
  10. Time Distortion: Menggunakan bahasa untuk memengaruhi persepsi seseorang terhadap waktu, baik melambatkan atau mempercepat waktu. Contoh: “Saat Anda belajar NLP, waktu terasa berlalu dengan cepat karena Anda sangat menikmatinya.”

Ketika mereka berdua bertemu dengan Milton H. Erickson, seorang psikiater dan hypnotherapist terkenal, mereka memutuskan untuk mempelajari cara kerja pikiran bawah sadar dan pengaruh hipnosis terhadapnya. Bandler dan Grinder memutuskan untuk memodelkan Erickson, yang artinya mereka mengamati, mencatat, dan mereplikasi perilaku, bahasa, dan strategi Erickson yang efektif dalam terapi.

Hasil kerja mereka adalah model NLP, yang mencakup prinsip-prinsip dasar dan teknik untuk memahami cara kerja pikiran manusia dan bagaimana komunikasi dan tindakan dapat memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang. NLP menjadi sangat populer di antara psikolog, terapis, dan pelatih pada tahun 1970-an dan 1980-an, dan masih menjadi model penting dalam pengembangan pribadi dan profesional hingga saat ini.

Namun, penting untuk dicatat bahwa Bandler dan Grinder telah mengalami beberapa konflik dan perpecahan selama bertahun-tahun, termasuk masalah lisensi dan hak cipta NLP, yang mengarah pada terbentuknya banyak varian dan aliran NLP yang berbeda. Meskipun demikian, karya mereka dalam memodelkan Erickson dan mengembangkan NLP telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman kita tentang cara kerja pikiran manusia dan pengaruh komunikasi dan tindakan terhadapnya.

Lanjut dibagian, Perpisahan Bandler dan Grinder

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top