Mengapa Chomsky Penting dalam Sejarah NLP?

Richard Bandler dan John Grinder banyak terinspirasi dari pemikiran Noam Chomsky ketika mengembangkan Neuro-Linguistic Programming (NLP) pada tahun 1970-an.

Chomsky memperkenalkan konsep transformational-generative grammar atau tatabahasa transformasional-generatif, yang membedakan antara surface structure (bentuk kalimat yang diucapkan) dan deep structure (makna mendalam di balik kalimat).

Misalnya, deep structure “anjing itu mengejar kucing” adalah makna dasar yang sama. Dari makna ini dapat muncul berbagai surface structure melalui transformasi bahasa:

“Anjing itu mengejar kucing.” (aktif) “Kucing itu dikejar oleh anjing.” (pasif) “Apakah anjing itu mengejar kucing?” (pertanyaan)

Semuanya berbeda di permukaan, tetapi sesungguhnya berasal dari makna inti yang sama.

Terus apa hubungannya dengan NLP?

Dalam komunikasi sehari-hari, orang biasanya hanya menyampaikan kalimat permukaan (surface structure). Sering kali, Makna yang lebih dalam (deep structure) tidak terucap dengan jelas, ada bagian yang hilang, dipersempit, atau bahkan disamarkan.

Nah, Meta Model NLP membantu kita untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata tersebut, Sehingga maksud sebenarnya dari seseorang bisa dipahami lebih utuh.

Misalnua ucapan (surface structure): “Dia selalu cuek sama saya.” Makna mendalam (deep structure) yang mungkin tersembunyi adalah,

“Saya merasa butuh lebih banyak perhatian.”
“Ada saat tertentu dia tidak merespons seperti yang saya harapkan.”
“Saya ingin hubungan kami lebih dekat.”

Dengan Meta Model NLP, kita bisa menggali:

“Selalu itu maksudnya kapan saja?”
“Cuek itu seperti apa?”
“Pernahkah dia perhatian kepada Anda?”

Misalnya lagi dalam Hipnoterapi, Klien berkata: “Saya gagal karena saya bodoh.” (surface structure).

Dengan Meta Model, terapis bertanya: “Bodoh dibanding siapa?”, “Pernahkah ada situasi di mana Anda berhasil?”, “Apakah kegagalan selalu berarti bodoh?”. Dari sini, klien mulai menyadari bahwa makna mendalamnya lebih luas daripada sekadar label “bodoh”.

Klien berkata: “Tidak ada yang peduli dengan saya.” (surface structure berupa generalisasi). Dengan Meta Model, terapis bisa menanyakan:

“Benarkah tidak ada satu pun orang yang peduli? Siapa misalnya?”.

Jawaban klien akan membuat kita menemukan deep structure: ternyata ada orang-orang tertentu yang peduli, hanya saja ia sedang fokus pada pengalaman akan penolakan tersebut. Dengan cara ini, terlihat jelas bahwa teori Chomsky tentang perbedaan antara struktur permukaan dan struktur dalam menjadi landasan utama lahirnya Meta Model NLP.

Grinder menggunakan kerangka linguistik Chomsky untuk membantu Bandler membangun sebuah alat komunikasi yang mampu membongkar batasan bahasa, memperluas makna, dan membawa klien kembali pada pengalaman asli yang lebih utuh.

Karena itu, NLP bukan sekadar teknik komunikasi biasa, melainkan hasil perpaduan antara teori linguistik Chomsky dan praktik modeling tokoh terapi besar seperti Fritz Perls, Virginia Satir, dan Milton Erickson. Di PHI Mastery Class kita juga belajar hal di atas agar setiap peserta memahami fondasi ilmiah dari NLP dan mampu mengaplikasikannya secara lebih tajam dalam hipnoterapi maupun komunikasi sehari-hari.

Coach Risman Aris, BCH, CSHt®, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi Kedua Milton H. Erickson

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top