Memanfaatkan Ucapan Klien sebagai Jalan Menuju Trance

[Sambungan dari tulisan sebelumnya]

Dalam pendekatan Ericksonian Hypnosis, praktisi tidak menunggu klien masuk trance secara formal, melainkan memanfaatkan momen-momen alami yang muncul selama percakapan sedang berlangsung.

Ketika klien menyampaikan sesuatu yang emosional, reflektif, atau terhubung dengan pengalaman masa lalu bahkan masa depan, itu adalah pintu masuk yang alami ke kondisi trance.

Momen seperti itu bukan hanya untuk didengarkan secara pasif dan sekedar empatik, melainkan diutilisasi, digunakan untuk membimbing klien masuk lebih dalam ke dalam dirinya,

Sambil secara halus disisipkan sugesti-sugesti terapeutik yang memberdayakan.

Inilah esensi dari pendekatan Ericksonian:

Menggunakan bahasa klien untuk mengubah cara pikir dan perasaannya, dari dalam.

Contoh kecilnya.

Contoh 2 – Klien dengan Kurang Percaya Diri Ketika Presentasi

Ucapan klien:

“Dulu waktu sekolah, saya pernah malu banget saat presentasi. Suara saya gemetar dan semua orang tertawa.”

Respons praktisi EH:

“Dan sekarang… saat kamu membiarkan ingatan itu muncul kembali…
kamu mungkin mulai menyadari… betapa lama waktu telah berlalu sejak saat itu…
dan betapa kamu telah tumbuh, berubah, belajar banyak sejak masa sekolah itu…
karena setiap kali kamu berdiri… bahkan ketika ada rasa gugup…
tubuhmu juga mulai mengingat… bahwa kamu bisa bicara…
dan suaramu… bisa tetap terdengar jelas… meski dulu pernah gemetar…
dan kini, setiap tarikan napas… menjadi langkah menuju keberanian yang baru…”

Contoh 3 – Klien dengan Rasa Bersalah pada Keluarga

Ucapan klien:

“Saya masih merasa bersalah karena tidak sempat menemani ayah saya saat beliau sakit.”

Respons praktisi EH:

“Dan ketika kamu mengingat ayahmu…
kamu bisa membiarkan hatimu berbicara tanpa harus berkata-kata…
karena terkadang, cinta itu hadir bukan dari kehadiran fisik…
tapi dari perhatian, kenangan, dan harapan yang tersimpan diam-diam…
dan sekarang… kamu mungkin bisa merasakan… bahwa ayahmu telah memaafkan…
dan bahwa kamu pun mulai mengizinkan dirimu… untuk memaafkan dirimu sendiri…”

Contoh 4 – Klien dengan Trauma Kecelakaan

Ucapan klien:

“Setiap kali lewat jalan itu, saya langsung tegang dan keringat dingin.”

Respons praktisi EH:

“Dan saat kamu membayangkan jalan itu lagi…
tubuhmu mungkin langsung siaga… dan itu sangat wajar…
karena tubuh hanya ingin melindungimu…
namun kini, kamu bisa mengajarkan tubuhmu… bahwa jalan itu tidak lagi berbahaya…
kamu tetap bisa waspada… tapi tanpa rasa takut…
dan setiap kali kamu melewati jalan itu…
kamu bisa merasakan keberanian baru… seperti pelindung yang tumbuh dari dalam dirimu…”

Setiap respons di atas: Tidak langsung bersifat instruktif (tidak menyuruh), Tetapi membimbing klien melalui ingatan, emosi, dan sugesti halus,

Menggunakan pacing → leading → reframing → positive future pacing.

Coach Risman Aris, BCH, CSHt®, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi Kedua Milton H. Erickson
www.rismanaris.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top