Kalau hipnoterapis tak boleh menerapi keluarganya sendiri, apa itu berarti ilmunya cuma berlaku untuk orang lain?

Ada anggapan lama yang masih diyakini sebagian kalangan, Terapis tidak boleh menangani anggota keluarga. Saya tidak menyalahkan mereka yang meyakininya.

Teori itu mungkin relevan di zamannya, saat pendekatan terapi masih didominasi model relasional formal dan jarak emosional dipandang sebagai syarat utama keberhasilan. Namun dunia sudah berubah. Ilmu pun ikut berkembang.

Dalam banyak aliran modern seperti hypnosystemic, neo-Ericksonian, bahkan integrative psychotherapy kontemporer, Kedekatan emosional justru bisa menjadi modal yang sangat kuat, Asalkan digunakan dengan teknik dan kesadaran yang tepat.

Bayangkan jika seorang dokter tidak boleh mengobati anaknya. Atau seorang guru dilarang mengajar keponakannya. Apakah keprofesionalan hanya bisa muncul dari orang asing?

Tentu tidak. Dalam hipnoterapi yang berbasis komunikasi bawah sadar, Justru hubungan yang hangat bisa membuka kepercayaan (trust & rapport), mengurangi resistensi yang biasanya muncul saat berhadapan dengan orang asing,

Dan tentu saja dapat meningkatkan daya sugesti, Selama sang terapis tahu cara menjaga peran dan posisinya dengan sadar. Kalau terapisnya tidak bisa, mungkin ia harus belajar modern hipnosis, jika ini penting untuk keluarganya. Justru sebelum membantu orang lain, Hipnoterapis wajib bisa menghipnoterapi diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Mengapa?

Karena disanalah integritas keilmuan diuji. Bisakah Anda menolong dengan hati, tanpa kehilangan kendali profesional? Jika Anda tidak bisa menghipnoterapi orang terdekat hanya karena takut emosional, Maka masalahnya bukan di kedekatan itu, tetapi pada kapasitas dan kematangan terapeutiknya.

Kami percaya, Seorang hipnoterapis profesional bukan hanya terampil, Tapi juga cukup dewasa untuk menavigasi sebuah relasi dengan bijak, Menjadi pribadi yang utuh: Hangat seperti keluarga, netral seperti cermin, dan tajam seperti laser. Jadi, mari buka lembaran baru.

Berpijak pada prinsip bukan siapa yang diterapi,
tapi bagaimana cara menerapinya.

Lanjut ke Part 2.

Coach Risman Aris, BCH, CSHt, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi 2 Milton H Erickson
www.rismanaris.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top