Hipnoterapi dalam Tinjauan Penelitian Modern

Hipnoterapi, sebuah metode pengobatan yang sudah lama dikenal sejak zaman kuno, kini semakin menarik perhatian para peneliti dan praktisi kesehatan modern seperti dokter, neurosains, psikiater dan lainnya.

Meskipun awalnya hanya berdasarkan pengamatan klinis dan eksperimen sederhana, kita sekarang dapat memberikan tinjauan yang lebih mendalam tentang manfaat Hipnoterapi berkat desain penelitian yang lebih canggih dan memenuhi standar kualitas tinggi.

Penelitian-penelitian modern telah membawa pemahaman yang lebih baik tentang seberapa efektif Hipnoterapi dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Dari hasil penelitian yang berkualitas tinggi, beberapa jenis perawatan Hipnoterapi telah terbukti secara konkret efektif, sementara yang lain masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat buktinya.

Perawatan Hipnoterapi yang didukung oleh bukti empiris khusus mencakup penanganan kecemasan terkait serangan asma, sakit kepala dan migrain, serta nyeri akibat kanker. Penelitian oleh Brown (2007) dan Hammond (2007) menunjukkan bahwa Hipnoterapi efektif dalam mengurangi kecemasan terkait asma serta mengelola sakit kepala dan migrain.

Dalam kategori perawatan Hipnoterapi yang efektif secara empiris, kita melihat contoh-contoh seperti pengurangan nyeri selama operasi, penggunaan self-hipnosis untuk mengurangi nyeri pascaoperasi, dan Hipnoterapi untuk pengurangan berat badan. Studi oleh Lang et al. (2006, 1996) dan Kirsch (1996) menunjukkan bahwa Hipnoterapi dapat mengurangi distress dan nyeri selama operasi, mengurangi penggunaan obat-obatan pascaoperasi, serta membantu dalam mengurangi berat badan.

Di sisi lain, terdapat juga perawatan Hipnoterapi yang efektif berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Sebagai contoh, dalam menangani kecemasan terkait berbicara di depan umum atau kecemasan menghadapi ujian, Hipnoterapi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Schoenberger et al. (1997) dan Stanton (1994).

Penting untuk diingat bahwa hasil-hasil ini didasarkan pada tinjauan penelitian yang dikompilasi oleh Wark (2008). Wark menilai bukti-bukti empiris dengan mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Chambless & Hollon (1998), yang mencakup aspek-aspek seperti desain penelitian, ukuran sampel, dan konsistensi hasil.

Meskipun Hipnoterapi menunjukkan ke efektifannya dalam berbagai masalah kesehatan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya potensinya dan untuk mengembangkan perawatan yang lebih efektif. Namun, berdasarkan bukti-bukti empiris yang ada, Hipnoterapi memberikan pendekatan yang menarik dan efektif dalam berbagai masalah kesehatan.

Jenis PerawatanBukti Dukungan EmpirisStudi/Studi
Kecemasan tentang serangan asmaRelaksasi dan Visual Imagery menunjukkan hasil lebih baik.Brown, 2007
Sakit kepala dan migrainRelaksasi + Visual Imagery > Tidak menggunakan apapunHammond, 2007
Nyeri kankerSyrjala et al., 1992
Kesulitan selama operasiHipnosis mengurangi nyeri > Kelompok kontrol yang tidak menerima HipnosisLang et al., 2006
Nyeri operasi (dewasa)Self-hipnosis mengurangi penggunaan obat > Kelompok kontrol yang tidak menerima HipnosisLang et al., 1996
Nyeri operasi (anak-anak)Hipnosis mengurangi nyeri + waktu di rumah sakit > Kelompok kontrol yang tidak menerima HipnosisLambert, 1996
Pengurangan berat badanHipnosis + CBT > CBT, perbedaan meningkat seiring waktuKirsch, 1996
Nyeri akut (dewasa)Patterson & Jensen, 2003
Nyeri akut (anak-anak)Hipnosis lebih efektif daripada distraksi dalam mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan toleransi terhadap prosedur medisZeltzer & LaBaron, 1982
AnoreksiaHipnosis lebih efektif dalam mengatasi anoreksia dibandingkan dengan pendekatan lainnya tanpa menggunakan Hipnosis.Baker & Nash, 1987
Kecemasan tentang berbicara di depan umumHipnosis > CBTSchoenberger et al., 1997
Kecemasan tentang mengikuti ujianSelf-hipnosis lebih efektif dalam mengurangi gejala dibandingkan dengan kontrol diskusi.

Kontrol diskusi merujuk pada situasi di mana individu menerima perlakuan berupa percakapan atau diskusi biasa, tanpa melibatkan penggunaan teknik atau strategi khusus seperti hipnosis atau relaksasi.
Stanton, 1994
AsmaHipnosis > kontrol perhatianEwer & Stewart, 1986
Enuresis (pipis di tempat tidur)Sugesti dengan atau tanpa hipnosis lebih efektif daripada kontrol daftar tunggu.Edwards & Van der Spuy, 1986
BulimiaHipnosis = CBT > kontrol daftar tungguGriffiths et al., 1996
Distres kemoterapiHipnosis > percakapan + obat anti mualJacknow et al., 1994
Fibrosis kistikSelf-hipnosis > kontrol daftar tungguBelsky & Khanna, 1994
DepresiHipnosis meningkatkan CBTAlladin & Alibhai, 2007
Kambuh tukak duodenumHipnosis + obat > hanya obatColgan et al., 1988
FibromialgiaHipnosis > terapi fisik untuk gejala subjektifHaanen et al., 1991
PerdarahanSugesi praoperatif mengurangi aliran darahEnqvist et al., 1995
Tekanan darah tinggiHipnosis > kontrol daftar tunggu dalam mengurangi tekanan darah jangka panjangGay, 2007
Nyeri osteoartritis pinggul atau lututHipnosis = relaksasi > kontrol daftar tungguGay et al., 2002
Insomnia (primer)Hipnosis + CBT > obat jangka panjangGraci & Hardie, 2007
Sindrom usus iritabel (IBS)Hipnosis > psikoterapiWhorwell et al., 1984
Mual & hiperemesisRelaksasi mirip hipnosis > kontrolLyles et al., 1982
Skor Apgar obstetriHipnosis terkait dengan skor Apgar yang lebih tinggiHarmon et al., 1990
Nyeri obstetriHipnosis mempersingkat persalinan dan mengurangi penggunaan analgesikJenkins & Prichard, 1983
Berhenti merokokHipnosis atau relaksasi > kontrol daftar tunggu untuk subjek yang baikSchubert, 1983
Pemulihan traumaDesensitisasi = hipnosis = terapi psikodinamik > kontrolBrom et al., 1989
Pengangkatan kutilSugesi dengan atau tanpa hipnosis > kontrol atau obatSpanos et al., 1990

Penilaian tentang efektivitas perawatan hipnoterapi yang disebutkan diatas berasal dari tinjauan oleh Wark pada tahun 2008. Tinjauan tersebut mencakup referensi dan kriteria secara lengkap. Kriteria utama untuk menilai efektivitas ini didasarkan pada standar yang ditetapkan oleh Chambless & Hollon pada tahun 1998. Untuk detail yang lebih spesifik, disarankan untuk membaca langsung artikel mereka.

Keterangan : “Daftar tunggu” atau “kelompok kontrol” merujuk pada kondisi di mana individu dalam suatu penelitian ditempatkan dalam kelompok yang tidak menerima perlakuan atau intervensi yang sedang diuji.

Mereka tidak mendapatkan perawatan sama sekali atau hanya menerima perawatan biasa yang tidak berhubungan dengan variabel yang sedang diteliti dalam hal ini Hipnosis.

Dalam konteks penelitian tentang efektivitas hipnosis atau sugesti, kelompok kontrol ini digunakan sebagai acuan untuk membandingkan apakah intervensi yang diberikan (baik itu hipnosis atau sugesti) lebih efektif daripada kondisi tanpa intervensi.

Daftar Pustaka
  • Bolocofsky, D.N., Spinler, D., & Coulthard-Morris, L. (1985). ‘Effectiveness of hypnosis as an adjunct to behavioral weight management’, Journal of Clinical Psychology, 41.
  • Chambless, D.L., & Hollon, S. ‘Defining empirically supported therapies’, Journal of Consulting and Clinical Psychology, 66.
  • Task Force on Promotion and Dissemination of Psychological Procedures. ‘Training in and dissemination of empirically validated psychologist treatments: report and recommendations.’ Clin Psychol 1995;48:3–23.
  • Chambless DL, Sanderson WC, Shoham V, Bennett Johnson S, Pope KS, Crits-Christoph P, et al. ‘An update on empirically validated therapies.’ Clin Psychol 1996;49:5–18.
  • Chambless DL, Baker MJ, Baucom DH, Beutler LE, Calhoun KS, Crits-Christoph P, et al. ‘Update on empirically validated therapies, II.’ Clin Psychol 1998;51:3–16.
  • Wark, David M. (2008). ‘What we can do with hypnosis: a brief note’, American Journal of Clinical Hypnosis, July 2008

1 komentar untuk “Hipnoterapi dalam Tinjauan Penelitian Modern”

  1. M. Chairuzen

    Hipnosis bekerja pada pikiran bawah sadar sehingga berdampak pada keyakinan untuk sehat kembali dan mengubah perilaku untuk hidup lebih sehat dan semangat, sehingga tubuh akan ikut recovery kesembuhan dengan di awali pikiran dan perasaan lebih tenang, nyaman dan damai. Tetapi tetap hipnosis sebagai pendamping dokter.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top