Ketika Saya Kehilangan 22 Juta Rupiah…

Tahun 2022, saya mengikuti sebuah pelatihan hipnoterapi daring selama 100 jam dari salah satu asosiasi hipnoterapi internasional ternama di Amerika Serikat.

Biayanya tidak murah bagi saya, sekitar 22 juta rupiah. Tapi bukan itu yang membuat saya menyesal. Yang paling saya sesalkan adalah… saya kehilangan kesempatan belajar karena ego saya sendiri.

Saat itu saya merasa sudah sangat mahir. Saya pikir saya sudah paham luar dalam soal hipnoterapi, karena saya telah mengikuti lebih dari 300 jam pelatihan sebelumnya.

Rasa “sudah tahu” ini membuat saya anggap enteng pelatihan tersebut. Karena kelas berlangsung tengah malam hingga subuh, akibat perbedaan waktu 12 jam antara USA dan Makassar, saya sering bolos kelas.

Saya tidur. Saya pilih istirahat. Saya merasa bisa belajar dari rekamannya nanti. Saya merasa tidak rugi… padahal rugi besar. Yang lebih parah, ketika saya hadir pun, saya tidak benar-benar belajar. Saya malah sibuk mengkritik trainer. Dalam pikiran saya, dia tidak menarik.

Cara mengajarnya membosankan. Slidenya terlalu penuh teks. Bahasa tubuhnya kurang.
Intonasinya datar. Saya bahkan sempat berpikir, “Kalau saya yang ngajar, pasti lebih bagus.”

Saya tidak sadar, saya sedang menutup diri dari pembelajaran, karena saya hanya ingin menerima ilmu yang disampaikan sesuai dengan selera saya. Padahal trainer saya jauh lebih senior. Pengalamannya di dunia hipnoterapi 20-40 tahun.

Sertifikasinya lebih banyak. Tapi saya tidak melihat itu karena saya sibuk menilai, bukan menyerap apa yang diajarkan. Alhasil, dari pelatihan 100 jam itu, mungkin hanya 10 persen isi materinya yang benar-benar saya tangkap.

Sisanya terbuang karena ego saya sendiri. Sampai akhirnya saya sadar, saya bukan cuma kehilangan 22 juta rupiah. Saya kehilangan waktu, kehilangan kesempatan, dan kehilangan sikap rendah hati sebagai seorang pembelajar. Dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan soal jumlahnya.

Mau itu 22 juta, atau hanya 8 juta, bahkan 1 juta, uang tetaplah uang. Dan bagi banyak orang, 1-8 jutaan itu adalah uang yang sangat berharga. Bukan soal besar kecilnya, tapi soal bagaimana kita menghargainya dan memanfaatkannya.

Sejak saat itu, saya berubah. Saya berjanji untuk terus belajar secara rendah hati dan fleksibel. Tidak memandang cara trainernya mengajar, tidak sibuk menilai gaya slidenya, tapi fokus pada isi dan manfaat ilmunya.

Saya lanjutkan perjalanan saya. Saya ikut pelatihan lanjutan di asosiasi Amerika dan Inggris. Saya menyelesaikan total 2.286 jam pelatihan hipnoterapi. Kali ini saya hadir penuh. Saya menyimak dari ba’da isya hingga menjelang subuh. Saya catat, saya renungkan, dan saya aplikasikan.

Dan semua pelajaran yang saya serap dari berbagai pelatihan itulah yang kemudian saya destilasi, saya ramu, dan saya masukkan ke dalam materi pelatihan PHI (PHI Mastery Class). Sederhananya, inti sari dari pelatihan yang saya keluarkan setara harga rumah tipe 45, kini bisa Anda nikmati hanya dengan Rp 1.075.000 per bulan selama 6 bulan cicilan.

Tapi tolong… jangan ulangi kesalahan saya. Jangan sampai uang Anda. Sekecil apa pun nominalnya, menjadi sia-sia hanya karena Anda tidak hadir sepenuh hati. Belajar bukan soal uang, tapi soal sikap. Banyak orang membayar mahal, tapi tidak dapat apa-apa karena hatinya tidak hadir.

Sebaliknya, ada orang yang ikut pelatihan sederhana, tapi hasilnya luar biasa karena ia benar-benar menyerap dengan penuh kesungguhan. Kalau Anda sudah memutuskan untuk ikut pelatihan, maksimalkanlah. Hadirkan diri Anda. Turunkan ego Anda. Serap ilmunya.

Praktekkan.

Karena di dunia terapi, yang menentukan hasil bukan hanya seberapa banyak Anda tahu… tapi seberapa banyak yang benar-benar Anda pahami, dan seberapa konsisten Anda menerapkannya untuk membantu orang lain.

Dan kalau Anda sungguh-sungguh, bukan hanya ilmu yang Anda dapat, tapi juga kepercayaan klien, peningkatan hasil terapi, dan rezeki yang terus mengalir seiring reputasi Anda berkembang.

Coach Risman Aris, BCH, CSHt®, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi Kedua Milton H. Erickson
www.rismanaris.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top