Salah satu kesalahpahaman paling umum dalam hipnoterapi khususnya Ericksonian Hypnotherapy adalah
Anggapan bahwa klien harus berada dalam kondisi trance yang sangat dalam, terlihat seperti “tidur”, terdiam lama, atau bahkan tidak sadar lingkungan, baru kemudian terapi bisa dimulai.

Ini mungkin berlaku dalam pendekatan hipnosis konvensional. Namun, Ericksonian Hypnosis (EH) bekerja dengan cara yang sangat berbeda dan jauh lebih fleksibel.
Dalam pendekatan Ericksonian, kedalaman trance bukanlah prioritas utama. Bahkan bisa dikatakan, EH tidak terlalu mempedulikan seberapa dalam klien “masuk” ke kondisi hipnosis.
Kenapa?
Karena sejak klien melangkahkan kaki ke ruang terapi, bahkan ketika mereka masih duduk dengan penuh kesadaran, praktisi Ericksonian sudah mulai menyisipkan sugesti-sugesti perubahan, secara halus, alami, dan penuh presisi, ☺.
Banyak orang mengira bahwa trance hanya terjadi saat mata terpejam dan tubuh menjadi pasif (tidak bergerak).
Padahal, trance alami justru sering muncul di ruang terapi tanpa disadari, Dan itulah momen-momen emas bagi praktisi Ericksonian untuk bekerja secara efektif.
Misalnya:
Saat klien mulai menangis ketika menceritakan luka lama yang masih membekas dalam dirinya. Saat mereka curhat panjang lebar, tenggelam dalam cerita masa lalu, seolah kembali “hidup” dalam pengalaman tersebut.
Saat klien tertawa lepas, merasa lega setelah mengungkapkan sesuatu yang selama ini dipendam. Ketika mereka terdiam lama, hanyut dalam pikirannya sendiri, napasnya berubah, tubuhnya lebih tenang… dan waktu terasa melambat.
Bahkan ketika klien berbicara dengan sangat emosional, matanya berkaca-kaca, suaranya bergetar, tubuhnya sedikit gemetar, Itu adalah tanda bahwa bawah sadarnya telah aktif.
Semua itu adalah bentuk trance alami.
Dan seorang praktisi EH yang terlatih akan mengenali lebih dari 40 bentuk kondisi trance alami ini sebagai isyarat bahwa klien siap menerima sugesti perubahan, Tanpa perlu menutup mata, tanpa perlu hitungan 1 sampai 10, tanpa perlu ritual khusus.
Contoh Sederhana dalam Praktik EH
Bayangkan seorang klien datang dengan kecemasan berlebih terhadap keramaian. Dia duduk, masih siaga, belum menutup mata, dan belum merasa sedang “dihipnosis”. Namun saat ia mulai menceritakan bagaimana dia merasa canggung saat berbicara di depan orang banyak, terapis EH menyahut dengan lembut:
“Dan menariknya, saat Anda bercerita seperti ini, sebenarnya Anda sedang menunjukkan bahwa Anda sudah mulai membiarkan diri merasa cukup aman dan percaya diri di sini… bahkan sebelum Anda benar-benar menyadarinya, bahkan sebentar lagi Anda akan meningkatkan hal ini.”
Kalimat seperti ini bukan sekadar respons empatik. Itu adalah sugesti tersembunyi (embedded suggestion) yang menyampaikan bahwa proses perubahan sedang terjadi sekarang juga, tanpa paksaan, tanpa tekanan, tanpa harus “tidur”.
Inilah Kehebatan Ericksonian Hypnosis. Inilah yang membuat Ericksonian Hypnosis begitu unik dan powerful. Ia tidak membutuhkan skenario trance mendalam atau visualisasi imajinatif panjang.
Karena bagi Milton Erickson, sang pencetus pendekatan ini, setiap interaksi manusia sudah mengandung potensi hipnosis, jika dilakukan dengan bahasa yang tepat, irama yang selaras, dan kepekaan terhadap kondisi emosional klien.
Dengan kata lain, terapi dalam Ericksonian Hypnosis bisa dimulai sejak klien pertama kali berbicara. Bahkan sebelum mereka merasa “siap”. Bahkan sebelum mereka sadar bahwa sesuatu sedang berubah di dalam dirinya. Dan justru karena prosesnya begitu alami dan tidak mengintimidasi, banyak klien yang merasa nyaman, terbuka, dan lebih mudah mengalami transformasi mendalam, tanpa merasa sedang “diintervensi”.
Coach Risman Aris, BCH, CSHt®, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi Kedua Milton H. Erickson
www.rismanaris.com