“Coach Risman, di daerah saya hipnosis masih dianggap aneh, awam, dan mistis. Jadi susah dapat klien.”
Saya sudah terlalu sering mendengar kalimat seperti ini.
Kalimat itu sering kali muncul dari dari pola pikir yang keliru.
Itulah pola pikir seorang De Lozier, Istilah yang saya gunakan untuk menyebut mereka yang terus bersembunyi di balik keadaan. Tidak berpraktik. Tidak berprogres. Tidak mengambil tindakan, ingin punya klien, ingin enaknya saja, Tapi sibuk menyalahkan lingkungan.
Padahal, kalau di kota, kabupaten, bahkan desa Anda hipnosis dan hipnoterapi masih dianggap asing, itu justru peluang yang sangat besar! Artinya Anda tidak punya pesaing. Anda bisa jadi pelopor. Anda bisa dikenal lebih mudah, lebih luas, dan lebih cepat.
Yang dibutuhkan hanya satu:
EDUKASI….
Anda tinggal melakukan edukasi secara masif, membuat masyarakat mengenal manfaat hipnoterapi, lalu menjadikan diri Anda sebagai rujukan utama.
Namun apa yang dilakukan oleh para “De Lozier”?
Tidak membuat konten.
Tidak membagikan kartu nama.
Tidak membuka praktik.
Tidak menjalin relasi.
Tidak membangun branding.
Dan tetap menyalahkan keadaan.
Mereka berkata,
“Sulit Coach, orang-orang di sini belum tahu apa itu hipnoterapi.”

Tapi justru karena orang-orang belum tahu, itulah peluangnya! Bayangkan kalau daerah Anda sudah teredukasi, dan ada banyak hipnoterapis lain yang muncul.
Apa yang terjadi? Persaingan makin ketat.
Sekarang bukan lagi tentang edukasi, tapi soal perang harga, perang kualitas, perang nilai tambah, dan perang branding.
Lucunya, banyak hipnoterapis yang hari ini dikenal luas dan dipenuhi klien justru berasal dari daerah yang awalnya tidak paham apa itu hipnoterapi.
Tapi mereka tidak diam. Mereka tidak jadi De Lozier.
Mereka memilih menjadi PEMENANG.
Mereka aktif:
- Membuat konten tulisan, gambar, hingga video secara rutin.
- Membuat webinar, mereka belajar sungguh-sungguh membuat ini.
- Membagikan kartu nama di manapun mereka berada.
- Menjadi sponsor di kegiatan RT, lurah, atau komunitas lokal.
- Memakai baju PDH (Pakaian Dinas Harian) dengan branding “Hipnoterapis”.
- Menyapa orang-orang, menjelaskan manfaat hipnoterapi, dan membangun kepercayaan
Dan hasilnya?
Mari kita hitung…
Satu klien biasanya menjalani minimal 3 sesi.
Jika Anda punya 10 klien sebulan, itu berarti 30 sesi per bulan.
1 sesi: 2 jam
Tarif per sesi: Rp350.000
Total penghasilan: Rp10.500.000 per bulan.
Tanpa stok barang.
Tanpa risiko barang kadaluarsa, rusak, atau terbakar.
Modal utama Anda? Hanya ilmu dan skill, yang tersimpan di otak.
Bandingkan dengan pekerja kantoran yang bekerja 8 jam sehari, Senin sampai Jumat.
8 jam x 5 hari = 40 jam per minggu
40 jam x 4 minggu = 160 jam per bulan
Sementara Anda, sebagai hipnoterapis:
2 jam x 5 hari = 10 jam per minggu
10 jam x 4 minggu = 40 jam per bulan
Artinya, Anda hanya bekerja seperempat jam kerja orang lain, dengan penghasilan yang bisa setara, bahkan lebih tinggi.
Ini seperti pendapatan dokter spesiali dinegeri ini. Dan Anda tetap punya waktu untuk keluarga, ibadah, belajar, liburan, dan menumbuhkan diri dengan belajar, membaca, membuat pelatihan dan lainnya.
Bekerja lebih tenang.
Fleksibel.
Tanpa adanya tekanan.
Dan yang terpenting: bermanfaat untuk banyak orang.
Sekarang saya tanya Anda: Apakah Anda masih ingin menjadi seorang De Lozier?
Atau Sudah siap naik kelas, menjadi PEMENANG yang menciptakan peluang di tengah ketidaktahuan masyarakat?
Pilihan itu ada ditangan Anda.
Coach Risman Aris, BCH, CSHt®, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi Kedua Milton H. Erickson
www.rismanaris.com