Dalam dunia hipnoterapi, pertanyaan ini cukup penting:
“Bagaimana jika klien tidak berkata jujur tentang keluhannya?”
Jawaban sederhananya: yang paling dirugikan justru adalah klien itu sendiri.
Hipnoterapi bekerja berdasarkan data dan cerita yang diberikan oleh klien.
Proses terapi akan mengikuti arah informasi tersebut.
Jika klien menyembunyikan sesuatu, mengaburkan fakta, atau bahkan berbohong, maka hipnoterapis pun akan menyusun strategi penanganan berdasarkan informasi yang keliru.
Hasilnya?

Progres terapi bisa lambat, tidak tepat sasaran, bahkan bisa jadi tidak membuahkan hasil.
Bayangkan seseorang yang datang ke dokter karena sakit perut, namun ia tidak mengakui bahwa sebelumnya makan makanan basi atau mengonsumsi alkohol berlebihan. Dokter mungkin akan salah menebak penyebabnya, memberikan resep yang tidak sesuai, dan tentu saja, penyembuhan tidak akan terjadi atau justru memperparah kondisi. Begitu pula dalam hipnoterapi.
Di sinilah pentingnya fase pre-induction, fase sebelum klien masuk ke kondisi hipnosis.
Hipnoterapis profesional perlu piawai menjelaskan apa itu hipnosis, bagaimana proses hipnoterapi bekerja,
serta menanamkan rasa aman dan nyaman pada diri klien.
Ketika klien merasa diterima tanpa dihakimi, barulah ia cenderung terbuka dan jujur dalam bercerita.
Maka, tugas utama hipnoterapis bukan hanya melakukan induksi,
tapi juga membangun trust dan rapport.
Karena hanya dengan kepercayaan dan keterbukaan,
proses hipnoterapi bisa benar-benar menyentuh inti masalah dan menciptakan perubahan yang nyata.
Coach Risman Aris, BCH, CSHt, CI
Pakar Hipnoterapi & Generasi 2 Milton H Erickson
www.rismanaris.com | www.phiku.com