Kecemasan Indri, Hilang dalam 3 sesi.

Sebut saja namanya Indri 26 th (nama samaran), Ia mendatangi saya, karena memiliki kecemasan berlebih. Ini sudah sangat mengganggu ia selama 3 tahun belakangan ini.

Ketika cemas, jantungnya bedebar kencang, dan pusing, bahkan ia sering mengalami mual. Ini dipicu dari banyak hal, misalnya mendengarkan kabar kematian, tidak sengaja membaca kasus kematian, tanda-tanda kiamat, suara ambulance, dan ketika berada dalam ketinggian.

Setelah mengatur jadwal untuk bertemu, akhirnya saya bertemu dengan Indri.

Ia menggunakan baju kemeja warna hitam dengan jilbab abu-abu. Muka lusuh, sepertinya habis pulang dari kantor.
Dari apa yang ia ceritakan di whatsapp, ia menambahkan bahwa efek dari kecemasannya ini membuat kaki hingga lututnya lemas ketika cemas berlebih itu muncul.

Setelah berdiskusi panjang selama 20 menit, dan menjelaskan prosesur menjalani hipnoterapi, seperti memberikan edukasi bahwa hipnoterapi tidak akan membuat dia kehilangan kesadaran, tidak menggunakan jin dkk, hingga menjelaskan bagaimana hipnoterapi bekerja.
Kemudian saya mengajak Indri untuk berbaring di kursi malas saya, dan melanjutkan pada proses induksi, atau membawa klien dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadarnya.

Setelah cukup dalam kemudian saya memandu Indri untuk mundur kemasa lalu, untuk menggali informasi. yang nantinya akan ditindak lanjuti dalam sesi hipnoterapi tehnik.

Akhirnya dapat, ternyata Indri mengalami kecemasan ini, ketika ia sedang berkendara menuju mall, dan melihat tabrakan maut dihadapan dirinya.
Sontak indri kaget dan begitu takut, 2 motor dan 2 mobil saling bertabrakan. Indri menjadi gemetar dan berhenti ditengah jalan, karena tidak sanggup menyingkirikan kendaraannya.

Pada saat itu indri diteriaki oleh warga sekitar untuk kepinggir, karena posisi indri yang sangat berbahaya. Sekali lagi karena kaki indri lemas, indri tidak bisa bergerak akhirnya pingsan. Selang beberapa menit indri kemudian terbangun dalam keadaan shock, saya juga menemukan bahwa pada saat itu indri belum pernah makan dari sejak pagi, hingga kejadian sore itu, membuat maag indri kambu, sehingga pula memicu mual.

Indri yang seorang perawat, membernikan diri sekuat tenaga melihat korban tabrakan, kaki yang bergetar ia memaksa dirinya untuk memberikan bantuan kepada korban. Namun yang terjadi adalah indri melihat darah serekan dan anggota tubuh korban tabrakan terpisah. Ini membuat indri begitu takut akhirnya pingsan kembali. Indri juga di bawah ke puskemas terdekat.

Dalam pikiran bawah sadar, Indri juga bercerita, bahwa ia baru siuman keesokan harinya. ketika ia terbangun, mengalami ketakutan akan kematian.
Ia bercerita dalam ketidak sadarannya di puskesmas (rawat inap), ia bertemu dengan sosok, yang mengatakan padanya, kehidupannya tidak akan lama lagi.

Sejauh ini masih relevan, ketika seseorang takut berlebih, ini akan memicu muatan emosi yang luar biasa, sehingga mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang, dan bisa menjadi sebuah story ketika dibawa tidur. Lanjut, 3 hari indri begitu ketakutan, ia baru pulih setelah istirahat selama 4 atau 5 hari, kata Indri.

Hanya saja indri masih mengaami traumatik hingga memunculkan perasaan panik dan cemas berlebih. inilah awal mula Indri terkena kecemasan berlebih. Mengetahui hal ini, saya melakukan teknik Submodality Intervention, merubah peristiwa traumatik itu dipikiran bawah sadarnya sehingga merubah makna dari peristiwa itu sendiri.

Mudahnya, ketika indri mengingat peristiwa itu, yang tadinya takut, cemas dan panik menjadi baik baik saja. 30 menit lebih hipnoterapi teknik ini saya berikan, dari skala kecemasan 10 turun ke 6, saya terpaksa menghentikan proses terapi sesi 1 ini, karena ada banyak abreaksi(reaksi tidak normal) muncul seperti menjerit ketika mengingat peristiwa itu, marah, kesal, sedih, takut dll. Hingga memutukan beralih pada sesi kedua di keesokan harinya.

Di sesi kedua saya melanjutkan yang kemarin, Tetap saya menggunakan teknik yang kemarin di tambah dengan teknik Peace Pain Therapy, aga Indri bisa berdamai dengan segala emosi negatifnya. Alhamdulillah dari 6 turun ke 3. Ini menghabiskan waktu yang lebih singkat yaitu 40 an menit.
dikarenakan kejadian kemarin terulang, sehingga sata memutuskan untuk melanjutkannya di sesi 3, Yaitu keesokan harinya. Saya pribadi khawatir Indri menjadi begitu lelah karena terus mengakses peristiwa tersebut. itulah mengapa sebaiknya dilanjutkan ke sesi 3.

Ketika indri datang disesi, 3 ia sudah terlihat enjoy dan nyaman.

Setelah melakukan assesment untuk mengetahui sejauh mana proses hipnoterapi bekerja padanya, saya melanjutkan proses terapinya.
Di sesi 3 ini saya menemukan peristiwa lain, yaitu indri mengingat kejadian, Alm ayahnya yang meninggal karena kecelakaan kerja di pabrik ayahnya bekerja, Ayahnya terpaksa kehilangan tangannya karena kesalahan teknis.

Dan peristiwa ini ternyata menjadi awal sehingga kejadian kecelakaan tersebut membuat ia makin traumatik terhadap sebuah kecelakaan.
Emosi negatif ini saya masukkan ke dalam skala 3. Kemudian saya berlanjut pada berbagai teknik hipnoterapi lainnya sehingga dalam waktu 50 an menit, Alhamdulillah beres, ia menyebut kecemasan berlebihnya sudah turun ke skala 0, atau sudah hilang dalam dirinya.

Hipnoterapi Indri sudah berakhir, seminggu kemudian iamengatakan, ia sudah pulih dari kecemasannya, tidak ada lagi perasaan apapun ketika menengarkan atau melihat ambulance, begitupun kabar-kabar kematian.

Alhamdulillah, ini adalah salah satu klien saya yang mengalami kecemasan berlebih. Saya doakan kalian yang mengalami hal yang sama bisa segera pulih. Aamin

Scroll to Top