Berbagai Pengembang NLP yang Berpengaruh.
Richard Bandler dan John Grinder awalnya bersama-sama dalam mengembangkan NLP. Setelah berpisah, Bandler terus mengembangkan NLP dan menciptakan variasi teknik baru di dalamnya, seperti Design Human Engineering (DHE) dan Neuro Hypnotic Repatterning (NHR). Bandler juga mengembangkan teknik-teknik baru dalam bidang hipnoterapi dan pengembangan diri. Oleh karena itu, Bandler dikenal sebagai pengembang NLP versi “kelasik”, sementara Grinder mengembangkan pendekatan NLP yang dikenal sebagai “New Code”.
Richard Bandler : Design Human Engineering (DHE) dan Neuro Hypnotic Repatterning (NHR)
- Design Human Engineering (DHE) dan Neuro Hypnotic Repatterning (NHR) adalah teknik yang dikembangkan oleh Dr. Richard Bandler dan John La Valle sebagai bagian dari pengembangan NLP. DHE adalah teknik yang digunakan untuk mengubah cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan cara yang lebih positif dan produktif. Dalam DHE, individu diajarkan bagaimana mengakses sumber daya internal mereka untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan dengan cara yang lebih efektif.
- NHR adalah teknik yang dirancang untuk mengatasi masalah emosional dan psikologis. Teknik ini menggabungkan hypnosis dengan teknik NLP untuk mengubah cara seseorang memproses pengalaman emosional yang negatif. NHR juga digunakan untuk membantu individu merespon lebih positif terhadap situasi yang memicu emosi negatif.
Keduanya adalah teknik lanjutan dalam pengembangan NLP dan digunakan oleh praktisi NLP dan hypnotherapist untuk membantu individu mencapai tujuan, mengatasi masalah emosional, dan meningkatkan kualitas hidup mereka
John Grinder dengan New Code
New code NLP adalah pendekatan yang dikembangkan oleh John Grinder, salah satu pendiri NLP, pada tahun 1980-an. Pendekatan ini bertujuan untuk memperbaiki aspek-aspek tertentu dari NLP yang dianggap kurang efektif dalam penggunaannya.
New code NLP menekankan pada empat prinsip dasar yang mencakup keberhasilan komunikasi dan perubahan yang efektif dalam diri seseorang. Empat prinsip dasar tersebut adalah:
- State management: Pengelolaan keadaan mental dan emosional yang diinginkan untuk menghasilkan hasil yang diinginkan.
- Behavioral flexibility: Kemampuan untuk mengubah pola perilaku dan respons terhadap situasi yang berbeda dengan cara yang positif dan efektif.
- Installation of strategies: Proses mentransfer strategi sukses dari seseorang yang ahli dalam suatu bidang ke dalam diri orang lain.
- Navigating logical levels: Proses mempertimbangkan dan menyesuaikan perubahan pada setiap level diri, mulai dari visi dan nilai hingga perilaku dan lingkungan.
Dalam New code NLP, terdapat teknik dan metode baru untuk mengatasi masalah dan mempercepat perubahan. Beberapa teknik yang digunakan dalam New code NLP antara lain anchoring, submodalities, dan reframing. Teknik-teknik tersebut dapat membantu seseorang untuk mengubah pola pikir, perilaku, dan respons yang tidak diinginkan.
Robert Dilts dengan The Field of NLP and Generative Change.
Robert Dilts merupakan salah satu pengembang utama NLP dan telah mengembangkan berbagai konsep dan teknik dalam NLP. Beberapa hal yang dikembangkan oleh Robert Dilts di antaranya adalah:
- Logical Levels: Dilts mengembangkan konsep logical levels atau level-level logis untuk membantu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah pada tingkat yang berbeda-beda. Konsep ini kemudian diadaptasi oleh banyak pelatih NLP sebagai bagian dari proses konseling dan coaching.
- Belief Change: Dilts juga mengembangkan teknik untuk mengubah keyakinan negatif yang mencegah seseorang untuk mencapai tujuan atau meraih kesuksesan. Belief change ini melibatkan mengidentifikasi keyakinan negatif, memahami asal-usulnya, dan kemudian mengubahnya menjadi keyakinan positif.
- Strategy and Structure of Learning: Dilts mengembangkan konsep strategi dan struktur belajar untuk membantu orang belajar secara lebih efektif. Konsep ini melibatkan memahami strategi pembelajaran yang tepat untuk setiap individu dan struktur belajar yang dapat membantu mempercepat pembelajaran.
- Somatic Syntax: Dilts mengembangkan konsep somatic syntax, yaitu cara tubuh menyampaikan pesan-pesan tertentu yang mungkin tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata. Konsep ini membantu memahami bahasa tubuh dan ekspresi wajah sebagai bentuk komunikasi non-verbal.
- Modeling: Dilts juga terkenal dengan kontribusinya dalam pengembangan teknik modeling. Teknik ini melibatkan mengamati dan mempelajari perilaku orang sukses dalam suatu bidang tertentu, kemudian mengadopsi strategi dan teknik mereka untuk mencapai kesuksesan yang sama.
- Neuro-Logical Levels: Dilts mengembangkan model Neuro-Logical Levels yang memperlihatkan kaitan antara tingkat pikiran, emosi, perilaku, lingkungan dan spiritualitas seseorang, yang sangat bermanfaat dalam memahami dan memecahkan masalah-masalah yang kompleks.
- Sleight of Mouth: Dilts juga mengembangkan teknik Sleight of Mouth yang melibatkan cara-cara untuk mengubah keyakinan atau pandangan seseorang dengan menggunakan bahasa yang tepat dan persuasif.
- Generative Change: Dilts juga mengembangkan teknik generative change, yaitu teknik untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan merangsang pertumbuhan yang positif.
Semua konsep dan teknik yang dikembangkan oleh Robert Dilts ini telah banyak digunakan oleh pelatih NLP di seluruh dunia untuk membantu orang mencapai potensi penuh mereka dan mencapai tujuan-tujuan hidup yang lebih baik.
Steve Andreas Dengan, “Core Transformation” dan “Wholeness Process
Steve Andreas juga merupakan salah satu pengembang NLP yang terkemuka. Ia terkenal karena karyanya dalam bidang modifikasi perilaku dan transformasi pribadi.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah buku “Transforming Your Self: Becoming Who You Want To Be”. Dalam buku ini, ia membahas tentang bagaimana seseorang dapat mengubah dirinya sendiri dengan cara mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak produktif. Andreas menggunakan teknik-teknik NLP dan hypnosis dalam bukunya ini.
Selain itu, Steve Andreas juga mengembangkan teknik-teknik NLP yang dikenal sebagai “Core Transformation” dan “Wholeness Process”. Teknik “Core Transformation” bertujuan untuk membantu seseorang mengakses dan mengubah pikiran dan emosi yang mendasari perilaku yang tidak produktif, sedangkan teknik “Wholeness Process” bertujuan untuk membantu seseorang mengintegrasikan bagian-bagian yang terpisah dari diri mereka sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Andreas juga terkenal karena karyanya dalam bidang modifikasi perilaku dengan teknik “submodalities”, di mana ia mengajarkan bagaimana mengubah cara seseorang memproses informasi dalam pikiran mereka dengan mengubah elemen-elemen kecil seperti warna, ukuran, dan posisi dalam gambar mental mereka.
Dengan sumbangsihnya ini, Steve Andreas menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan NLP dan telah memberikan kontribusi besar dalam bidang transformasi pribadi dan modifikasi perilaku.
Judith DeLozier Dengan Trance & Meditation
Judith DeLozier merupakan seorang pengembang NLP yang juga merupakan rekan kerja dari John Grinder dan Richard Bandler pada awal pengembangan NLP.
Salah satu kontribusinya dalam pengembangan NLP adalah penggunaan teknik trance dan meditasi dalam proses belajar dan transformasi diri. Judith juga mengembangkan metode-metode untuk membangun kepercayaan diri dan keberanian, serta teknik pemecahan masalah dan peningkatan kreativitas dengan menggunakan NLP. Selain itu, ia juga berfokus pada pengembangan aplikasi NLP dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan organisasi. Judith DeLozier saat ini masih aktif memberikan pelatihan dan seminar terkait NLP di seluruh dunia.
Teknik trance dan meditasi adalah teknik yang digunakan untuk mencapai kondisi relaksasi yang dalam dan memungkinkan seseorang untuk masuk ke dalam alam bawah sadar mereka. Kedua teknik ini dapat digunakan untuk mengubah cara seseorang berpikir dan merespons lingkungan di sekitar mereka.
Trance adalah keadaan pikiran yang sangat rileks dan terbuka untuk saran atau pengaruh dari luar. Trance dapat digunakan untuk membantu seseorang memperkuat motivasi mereka, mengatasi ketakutan atau fobia, mengatasi kebiasaan buruk, dan meningkatkan kinerja atau kreativitas. Teknik trance dapat dilakukan dengan menggunakan teknik relaksasi, visualisasi atau induksi hipnotis.
Meditasi adalah praktik spiritual atau keagamaan yang berfokus pada pengembangan kesadaran diri dan konsentrasi. Meditasi dapat membantu seseorang mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan meningkatkan kebahagiaan dan kesadaran diri. Teknik meditasi biasanya melibatkan fokus pada pernapasan, mantras, atau visualisasi.
Dalam konteks NLP, teknik trance dan meditasi sering digunakan untuk mengubah perilaku atau cara seseorang memandang dunia. Teknik-teknik ini dapat membantu seseorang memperkuat motivasi dan mengatasi ketakutan atau kebiasaan buruk, serta membantu mengatasi masalah psikologis dan emosional yang mendasari perilaku mereka.
Tad James Dengan Time Line Therapy
Tad James adalah seorang pengembang NLP yang terkenal dengan kontribusinya dalam pengembangan Time Line Therapy® (TLT). TLT merupakan sebuah teknik terapi yang berfokus pada penghilangan emosi negatif dan trauma masa lalu dengan cara mengubah pikiran bawah sadar untuk menciptakan hasil yang diinginkan di masa depan. TLT juga dipakai untuk membantu individu mengatasi masalah, kebiasaan buruk, dan kecemasan.
Selain TLT, Tad James juga dikenal sebagai pencipta teknik The Secret of Creating Your Future®. Teknik ini mengajarkan cara menciptakan masa depan yang diinginkan dengan mengubah pola pikir dan keyakinan yang tidak produktif. Tad James juga telah menulis beberapa buku tentang NLP dan Time Line Therapy®, termasuk buku terkenal “The Secret of Creating Your Future” dan “Time Line Therapy and the Basis of Personality”.
David Gordon Dan Pengembangan NLP nya.
David Gordon merupakan salah satu pengembang NLP yang terkenal. Ia banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik dan metode dalam NLP. Beberapa hal yang dikembangkan oleh David Gordon di antaranya adalah:
- Meta Program – David Gordon mengembangkan Meta Program dalam NLP, yaitu pola pikir dan perilaku bawah sadar yang mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan bertindak. Dalam penggunaan Meta Program, Gordon mengajarkan cara untuk memahami dan menggunakan kekuatan dan potensi bawah sadar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Struktur Gramatikal – David Gordon mengembangkan Struktur Gramatikal dalam NLP, yaitu suatu cara untuk mempelajari cara berbahasa dan menggunakan bahasa secara efektif. Ia mengajarkan cara untuk memahami struktur bahasa, sehingga seseorang dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang lebih jelas dan terorganisir dengan baik.
- T.O.T.E Model – David Gordon juga mengembangkan T.O.T.E Model dalam NLP, yaitu model untuk merencanakan dan mencapai tujuan. T.O.T.E adalah singkatan dari Test, Operate, Test, Exit. Model ini membantu seseorang untuk memahami dan mengembangkan rencana tindakan yang terstruktur dan terorganisir untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Change Personal History (CPH) – David Gordon juga mengembangkan teknik Change Personal History (CPH) dalam NLP, yaitu teknik untuk mengubah memori dan pengalaman masa lalu yang tidak diinginkan dan menggantinya dengan pengalaman baru yang lebih positif dan membangun.
Dalam pengembangan NLP, David Gordon telah memberikan kontribusi besar dengan mengembangkan teknik dan metode yang sangat berharga untuk membantu seseorang mengembangkan diri dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Michael Hall Dengan Pengembangan NLP
Michael Hall merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia NLP yang menciptakan beberapa konsep dan teknik yang berguna untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Beberapa konsep dan teknik yang diciptakan oleh Michael Hall antara lain:
- Meta States: Konsep ini mengacu pada kemampuan kita untuk memiliki pemikiran atau perasaan tentang pemikiran atau perasaan lainnya. Meta States membantu kita mengenali, memahami, dan mengubah pola pikir dan emosi yang tidak produktif.
- Meta Programs: Konsep ini berkaitan dengan cara individu memproses informasi dan melakukan tindakan. Dengan memahami meta programs seseorang, kita dapat memprediksi dan mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak.
- Matrix Model: Teknik ini membantu seseorang untuk mengidentifikasi dan mengubah keyakinan atau pola pikir yang tidak produktif dengan menggunakan metode empat langkah yaitu: pengakuan, refleksi, rekonstruksi, dan pengintegrasian.
- Axes of Change Model: Konsep ini membantu kita memahami perubahan yang terjadi dalam diri kita dan orang lain. Model ini menunjukkan empat sumbu perubahan yang saling terkait, yaitu sumbu kemampuan, sumbu identitas, sumbu nilai, dan sumbu keyakinan.
- Neuro-Semantics: Konsep ini menghubungkan antara proses mental, bahasa, dan emosi dalam menciptakan pengalaman subjektif kita. Dengan memahami neuro-semantics, kita dapat mengubah cara kita berpikir dan bertindak untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Self-Actualization Psychology: Konsep ini mengacu pada proses individu untuk mencapai potensi maksimal mereka. Dengan memahami self-actualization psychology, kita dapat mengembangkan diri secara maksimal dan mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi.
- Mind-Lines: Konsep ini mengajarkan cara menggunakan bahasa untuk menciptakan transformasi yang cepat dan efektif dalam diri kita dan orang lain.
Dalam karirnya, Michael Hall telah menghasilkan banyak buku dan program pelatihan NLP yang terkenal dan banyak diakui di dunia, termasuk “The Sourcebook of Magic” dan “Meta-States: Mastering the Higher Levels of Your Mind”.
John Overdurf Dengan Pengembangan NLP
John Overdurf merupakan salah satu pengembang NLP yang dikenal dengan kontribusinya pada teknik “state of the art” dalam hipnoterapi dan pengembangan diri. Ia terkenal dengan pendekatannya yang inovatif dalam mengembangkan teknik hypnosis, coaching, dan NLP.
Beberapa kontribusi John Overdurf dalam pengembangan NLP adalah sebagai berikut:
- Teknik “Meta-States”: Teknik ini memungkinkan seseorang untuk mengalami pengalaman berulang dan mendalam untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga menciptakan perubahan dalam diri yang lebih baik.
- “Coaching Beyond Words”: Teknik ini memungkinkan seorang coach untuk membantu kliennya mencapai tujuan dengan mengenali bagaimana klien tersebut berpikir dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
- “Generative Coaching”: Pendekatan ini memungkinkan seseorang untuk mencapai potensi terbaik mereka dengan menemukan solusi yang berasal dari dalam diri mereka sendiri.
- “Training Trances”: Teknik ini merupakan bentuk hipnoterapi yang dapat membantu seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan teknik trance dan hypnosis.
- “The Neurolinguistic Overhaul”: Metode ini merupakan teknik yang digunakan untuk memperbaiki hubungan interpersonal, dengan mengidentifikasi konflik internal dan eksternal yang mungkin menghambat hubungan tersebut.
Dalam pengembangan NLP, John Overdurf dikenal sebagai salah satu pengembang yang mengintegrasikan teknik hipnoterapi dan NLP secara inovatif, sehingga menghasilkan teknik dan metode yang dapat membantu seseorang mencapai potensi terbaik mereka.
Tokoh lainnya Leslie Cameron-Bandler, Charles Faulkner, Wyatt Woodsmall, dan Shelle Rose Charvet
Leslie Cameron-Bandler, Charles Faulkner, Wyatt Woodsmall, dan Shelle Rose Charvet adalah tokoh-tokoh penting dalam pengembangan NLP yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman dan penggunaan teknik NLP.
- Leslie Cameron-Bandler membantu mengembangkan teknik-teknik dasar NLP, termasuk teknik representational systems, submodalities, dan metaprogramming.
- Charles Faulkner membantu mengembangkan teknik storytelling dalam NLP, yaitu menggunakan cerita atau dongeng sebagai cara untuk menggambarkan pengalaman dan memberikan saran atau pesan kepada orang lain.
- Wyatt Woodsmall telah mengembangkan model-model NLP yang lebih kompleks, seperti Advanced Behavioral Modeling dan NLP Seminars Group.
- Shelle Rose Charvet membantu mengembangkan teknik untuk mengenali dan menggunakan bahasa untuk mempengaruhi orang lain, termasuk teknik Meta Programs dan Values.
Demikian beberapa orang yang mengembangkan NLP hingga saat ini, selain Richard Bandler dan Grinder.
Sumber :
- Dilts, R. (2004). Encyclopedia of Systemic Neuro-Linguistic Programming and NLP New Coding. NLP University Press.
- Grinder, J., & Bandler, R. (1979). Frogs into Princes: Neuro Linguistic Programming. Real People Press.
- O’Connor, J., & Seymour, J. (1994). Introducing Neuro-Linguistic Programming: Psychological Skills for Understanding and Influencing People. Thorsons Publishers.
- Andreas, S., & Andreas, C. (1989). Change Your Mind and Keep the Change: Advanced NLP Submodalities Interventions. Real People Press.
- Cameron-Bandler, L., Gordon, L., & Lebeau, J. (1985). The Emprint Method: A Guide to Reproducing Competence. Real People Press.
- James, T., & Woodsmall, W. (1988). Time Line Therapy and the Basis of Personality. Meta Publications.
- Woodsmall, W., & Knight, M. (2003). The New Technology of Achievement. Meta Publications.